• Agen Game Online Paling Favorit di Indonesia.
  • Agen Game Online Dengan Bonus Paling Bagus Diseluruh Indonesia.
Tampilkan postingan dengan label cerita hantu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerita hantu. Tampilkan semua postingan

Jumat, 14 Juli 2017

Hewan - Hewan Ini Jadi Penanda Hadirnya Makhluk Halus

Mysteriterpercaya:Penanda Hadirnya Makhluk Halus- Percayakah anda dengan makhluk halus? Atau barangkali ada diantara para pembaca Mysteriterpercaya ini yang dikasih kelebihan dari Allah SWT maka bisa merasakan, dan menyaksikan atau bahkan bercengkerama dengan makhluk halus tersebut. Bagi kita yang penakut bisa jadi dikasih kelebihan seperti itu amat sangat menakuntukan. Menurut kepercayaan dari masyarakat, memang tidak seluruh manusia bisa melihat dan merasakan makhluk halus. tapi, justru hewan lah makhluk hidup yang mempunyai kelebihan melihat makhluk halus. Cuma, hewan tidak dapat berkomunikasi dengan kita maka dari itu kita pun tidak bisa faham. Tapi ada sekian banyak hewan yang diakui oleh masyarakat, sebagai penanda seandainya kemunculan hewan-hewan ini penanda hadirnya makhluk halus. Ingin tahu hewan apa saya yang bisa melihat makhluk halus? 



1. Burung 

Burung ialah tipe hewan yang banyak diminati oleh manusia, tak jarang juga di jadikan sebagai peliharaan. Bunyi kicauannya yang merdu dan bulu warna-warninya amat sangat indah kita pandang dan kita dengan. Tapi gimana, apabila kamu memandang burung hantu. Ya, dari namanya saja telah bisa cepat kita sangkut pautkan dengan makhluk halus yakni hantu. Sebagian orang yakin, kalau pada saat muncul burung hantu lalu burung hantu tersebut, akan mulai mengeluarkan suara-suara kicaunya yang menyeramkan, maka itu pertanda bahwa tengah hadir sesosok makhluk halus yang tidak bisa kita pandang.

2. Burung Gagak

Yang tidak kalah seramnya adalah burung gagak. Burung yang didominasi dengan warna hitam ini, sudah diakui merupakan burung yang banyak dipelihara oleh makhluk halus. Entah benar atau tidak, tapi benar-benar rata-rata burung gagak senantiasa hadir di saat-saat yang menyeramkan. Contohnya di pemakamakan, di hutan yang menyeramkan atau di rumah-rumah yang tidak berpenghuni yang diakui banyak hantunya. 

3. Burung Dares
Burung terakhir ialah burung dares. Walaupun kemunculan burung ini tiada sangkut pautnya dengan kemunculan makhluk halus, malah memberikan tanda yang lebih menyeramkan lagi. Masyarakat yakin apabila dengan cara tiba-tiba muncul burung dares yang terbang berputar-putar di sebuah area dan berkicau dengan lantang padahal sebelum-sebelumnya jarang sekali ada burung dares sehingga kabarnya bakal ada yang wafat di area itu. Banyak orang yang berbicara tidak menyadari disaat burung itu beraksi, mereka baru sadar sesudah muncul info duka. 

Hewan Penanda Hadirnya Makhluk Halus 


4. Kucing Hitam 

Kucing adalah binatang yang lucu juga imut dan menggemaskan. Namun macam mana jadinya apabila kucing yang kita bicarakan tersebut adalah kucing hitam, Dari lalu sampai sekarang, kucing hitam sebagai kucing mistis benar-benar belum lah luntur. Penduduk yakin bahwa kucing hitam menandakan hadirnya sosok lain di dekat kita. Bahkan ada orang-orang yang yakin bahwa sebenarnya kucing hitam merupakan jelmaan penyihir jahat. Lebih lagi, jika ada kucing hitam yang iseng melompati mayat. Itu adalah pertanda yang tidak baik lho.. 

5. Anjing 

Anjing sama halnya dengan kucing, lucu juga menggemaskan dan banyak jadi peliharaan oleh masyarakat. Cuma perbedanya, dari bagaimanakah mereka merespon kedatangan mahluk halus. Apabila kucing yang diakui sebagai pertanda makhluk halus cuma kucing hitam saja. Anjing yang tiba-tiba menggonggong tidak dengan lantaran dan berlari kearah yang tak jelas atau ke arah yang aneh berarti ia sedang menyaksikan makhluk halus. Terlebih saat anjing menggonggong di malam hari. Suasana yang menakutkan tentu akan segera menyelimuti kamu. 

6. Cicak 

Cicak yaitu hewan mungil yang tidak banyak mengganggu hidup manusia, sebab hidupnya senantiasa lari jika terlampau dekat dengan manusia. Sebahagian orang yakin apabila cicak yakni hewan yang menandakan hadirnya makhluk halus. Sebab umumnya cicak itu bebas berlangsung kesana kemari tidak dengan bunyi, sehingga bila mereka bersuara mendadak konon jelasnya ada makhluk halus yang hadir di dekat di mana cicak itu berada. 

7. Ayam 

Ayam adalah hewan yang konon kabarnya mempunyai kelebihan memberikan sinyal-sinyal alam, apabila tengah hadir makhluk lain yang tidak sejenis dengan kita alias makhluk halus. Ayam jantan umumnya berkokok menjelang pagi. Tapi satu saat tiba-tiba ayam berkokok sebelum waktunya itu adalah pertanda munculnya makhluk lain. Ada yang bilang ayam itu tengah menyaksikan penampilan sesosok malaikat, tapi ada pula yang bilang ayam itu tengah melihat sesosok makhluk lain yang menyeramkan. Bahkan sekian banyak orang yakin bahwa ayam bisa mendengar sesuatu yang tidak bisa kita dengar. Seperti suara orang yang tengah disiksa di alam kubur. 

8. Kunang-Kunang 

Ada sebagian orang yang mengaggap kalau kunang-kunang yakni hewan yang bisa menciptakan suasana makin romantis, dengan adanya binar-binar indah dari si kunang-kunang. Namun justru sebahagian besar orang mempunyai anggapan kedatangan kunang-kunang menciptakan suasana menjadi mencekam. Sebab ketika kita kecil dulu, banyak orangtua kita bercerita bila sesudah ada orang wafat dan tengah malam harinya muncul kunang-kunang, sehingga sebenarnya kunang-kunang itu yaitu kuku orang yang baru saja wafat itu. 

Demikianlah artikel saya kali ini, Hewan - Hewan Ini Jadi Penanda Hadirnya Makhluk Halus, Sehingga dari itu kita mesti waspada dikarenakan Hewan-hewan ini menjadi penanda hadirnya makhluk halus di dekat kita ( untuk orang yang penakut saja ).

Minggu, 21 Mei 2017

Misteri Atau Sekedar Legenda Dari Wujud Panglima Burung Panglima Perang Dayak

Misteri Atau Sekedar Legenda Dari Wujud Panglima Burung Panglima Perang Dayak - Di dalam masyarakat Dayak, dipercaya ada ada suatu makhluk yang disebut-sebut yang sangat agung, sakti, ksatria, dan berwibawa. Sosok tersebut konon menghuni gunung di pedalaman Kalimantan, bersinggungan dengan alam gaib. Pemimpin spiritual, panglima perang, guru, dan tetua yang sangat diagungkan. Ia adalah panglima perang Dayak, Panglima Burung, yang disebut-sebut juga Pangkalima oleh orang Dayak pedalaman.

Ada banyak sekali versi cerita mengenai sosok panglima tertinggi masyarakat Dayak itu, Panglima Burung, terutama setelah namanya mencuat saat kerusuhan Sambas dan Sampit. Ada yang menyebutkan ia telah hidup selama beratus-ratus tahun dan tinggal di perbatasan antara Kalimantan Barat dan juga Kalimantan Tengah. Ada pula kabar tentang Panglima Burung yang berwujud gaib dan juga bisa berbentuk laki-laki atau perempuan tergantung situasi. Juga mengenai sosok Panglima Burung yang merupakan tokoh masyarakat Dayak yang telah tiada, rohnya juga dapat diajak berkomunikasi lewat suatu ritual. Hingga cerita yang menyebutkan bahwa ia adalah penjelmaan dari Burung Enggang, burung yang dianggap orang dayak keramat dan suci di Kalimantan.

Di Dalam Cerita Misteri Atau Sekedar Legenda Dari Wujud Panglima Burung Panglima Perang Dayak


Selain banyaknya versi cerita di dalam masyarakat kalimantan, di penjuru Kalimantan juga ada banyak orang yang mengaku sebagai Panglima Burung, entah di Tarakan, Sampit, atau pun di Pontianak. Namun setiap pengakuan itu hanya bisa diyakini dengan tiga cara yang berbeda, ada yang percaya, ada yang tidak percaya, dan ada yang ragu-ragu. Belum ada bukti otentik yang bisa memastikan salah satunya adalah benar-benar seorang Panglima Burung yang sejati.

Banyak sekali isu yang mencuat dan cerita yang sudah beredar, namun ada satu versi yang menurut saya yang begitu pas menggambarkan apa dan siapa itu dia Penglima Burung. Ia adalah sosok yang menggambarkan orang-orang Dayak secara umum. Panglima Burung adalah perlambangan orang Dayak. Baik itu sifatnya, mau pun tindak-tanduknya, dan segala sesuatu tentang diri panglima.

Lalu bagaimanakah seorang Panglima Burung itu, dan bagaimana juga ia bisa melambangkan orang Dayak? Selain sakti dan juga kebal, Panglima Burung juga adalah sosok yang pendiam, tenang, penyabar, dan tidak suka membuat keributan. Ini sesuai dengan tipikal orang Dayak yang juga ramah dan penyabar, bahkan kadang juga sangat pemalu. sangat sulit untuk membujuk orang Dayak pedalaman agar mau difoto, kadang harus memebrikan imbalan berupa rokok kretek.

Dan kenyataan di dalam lapangan membuyarkan semua stereotipe terhadap orang-orang Dayak sebagai orang yang kejam, ganas, dan beringas. Di dalam kehidupan bermasyarakat, orang Dayak bisa dibilang juga cukup pemalu, tetap menerima para pendatang dengan baik-baik, dan senantiasa menjaga keutuhan warisan nenek moyang baik religi maupun ritual. Seperti Penglima Burung yang selalu bersabar dan tetap tenang mendiami wilayah pedalaman, masyarakat Dayak pun banyak yang mengalah ketika penebangan kayu dan penambang emas memasuki daerah mereka. Meskipun tetap kukuh memegang ajaran leluhur mereka, tidak pernah ada konflik ketika ada anggota masyarakatnya yang beralih ke agama-agama yang dibawa oleh para pendatang.

Kesederhanaan pun identik dengan sosok Panglima Burung. Walaupun sosok yang diagungkan, ia tidak bertempat tinggal di istana atau bangunan yang mewah. Ia bersembunyi dan bertapa di gunung dan menyatu dengan alam. Masyarakat Dayak pedalaman pun tidak pernah peduli dengan nilai nominal uang. Para pendatang bisa dengan mudah berbarter barang seperti kopi, garam, atau rokok dengan mereka.

Panglima Burung diceritakan jarang menampakkan dirinya, karena sifatnya yang tidak suka pamer kekuatan. Begitupun orang Dayak, yang tidak sembarangan masuk ke kota sambil membawa mandau, sumpit, atau panah. Senjata-senjata tersebut pada umumnya digunakan untuk berburu di hutan, dan mandau tidak dilepaskan dari kumpang (sarung) jika tak ada perihal yang penting atau mendesak

Lantas di manakah budaya kekerasan dan keberingasan orang Dayak yang santer dibicarakan dan ditakuti itu? Ada satu perkara Panglima Burung turun gunung, yaitu ketika setelah terus-menerus bersabar dan kesabarannya itu habis. Panglima burung memang sosok yang sangat penyabar, namun jika batas kesabaran sudah melewati batas, perkara akan menjadi lain. Ia akan berubah menjadi seorang pemurka. Ini benar-benar menjadi penggambaran sempurna mengenai orang Dayak yang ramah, pemalu, dan penyabar, namun akan berubah menjadi sangat ganas dan kejam jika sudah kesabarannya sudah habis.

Panglima Burung yang murka akan segera turun gunung dan mengumpulkan pasukannya. Ritual yang di Kalimantan Barat dinamakan Mangkuk Merah dilakukan untuk mengumpulkan prajurit Dayak dari saentero Kalimantan. Tarian-tarian perang bersahut-sahutan, mandau melekat erat di pinggang. Sahabat anehdidunia.blogspot.com mereka yang tadinya orang-orang yang sangat baik akan terlihat menyeramkan. Senyum di wajahnya menghilang, digantikan tatapan mata ganas yang seperti terhipnotis. Mereka siap berperang, mengayau memenggal dan membawa kepala musuh. Inilah yang terjadi di kota Sampit beberapa tahun silam, ketika pemenggalan kepala terjadi di mana-mana hampir di tiap sudut kota.

Meskipun kejam dan beringas dalam keadaan marah, Penglima Burung sebagaimana halnya orang Dayak tetap berpegang teguh pada norma dan aturan yang mereka yakini. Antara lain tidak mengotori kesucian tempat ibadah agama manapun dengan merusaknya atau membunuh di dalamnya. Karena kekerasan dalam masyarakat Dayak ditempatkan sebagai opsi terakhir, saat kesabaran sudah habis dan jalan damai tak bisa lagi ditempuh, itu dalam sudut pandang mereka. Pembunuhan, dan kegiatan mengayau, dalam hati kecil mereka itu tak boleh dilakukan, tetapi karena didesak ke pilihan terakhir dan untuk mengubah apa yang menurut mereka salah, itu memang harus dilakukan. Inilah budaya kekerasan yang sebenarnya patut ditakuti itu.

Kemisteriusan memang sangat identik dengan orang Dayak. Stereotipe ganas dan kejam pun masih melekat. Memang tidak semuanya baik, karena ada banyak juga kekurangannya dan kesalahannya. Terlebih lagi kekerasan, yang apapun bentuk dan alasannya, tetap saja tidak dapat dibenarkan. Terlepas dari segala macam legenda dan mitos, atau nyata tidaknya tokoh tersebut, Panglima Burung bagi saya merupakan sosok perlambang sejati orang Dayak.

Amun ikam kada maulah sual awan ulun, ulun gen kada handak jua bahual lawan pian malah ulun maangkat dingsanak awan pian, begitu yang diucapkan orang Kalimantan khususnya orang Banjar untuk menggambarkan sikap dari orang-orang Dayak.

Dalam masyarakat Dayak, dipercaya ada ada suatu makhluk yang disebut-sebut sangat agung, sakti, ksatria, dan berwibawa. Sosok tersebut konon menghuni gunung di pedalaman Kalimantan, bersinggungan dengan alam gaib. Pemimpin spiritual, panglima perang, guru, dan tetua yang diagungkan. Ialah panglima perang Dayak, Panglima Burung, yang disebut Pangkalima oleh orang Dayak pedalaman.

Ada banyak sekali versi cerita mengenai sosok panglima tertinggi masyarakat Dayak, Panglima Burung, terutama setelah namanya mencuat saat kerusuhan Sambas dan Sampit. Ada yang menyebutkan ia telah hidup selama beratus-ratus tahun dan tinggal di perbatasan antara Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Ada pula kabar tentang Panglima Burung yang berwujud gaib dan bisa berbentuk laki-laki atau perempuan tergantung situasi. Juga mengenai sosok Panglima Burung yang merupakan tokoh masyarakat Dayak yang telah tiada, namun sahabat anehdidunia.blogspot.com rohnya dapat diajak berkomunikasi lewat suatu ritual. Hingga cerita yang menyebutkan ia adalah penjelmaan dari Burung Enggang, burung yang dianggap keramat dan suci di Kalimantan.

Selain banyaknya versi cerita, di penjuru Kalimantan juga ada banyak orang yang mengaku sebagai Panglima Burung, entah di Tarakan, Sampit, atau pun Pontianak. Namun setiap pengakuan itu hanya diyakini dengan tiga cara yang berbeda; ada yang percaya, ada yang tidak percaya, dan ada yang ragu-ragu. Belum ada bukti otentik yang memastikan salah satunya adalah benar-benar Panglima Burung yang sejati.

Banyak sekali isu dan cerita yang beredar, namun ada satu versi yang menurut saya sangat pas menggambarkan apa dan siapa itu Penglima Burung. Ia adalah sosok yang menggambarkan orang Dayak secara umum. Panglima Burung adalah perlambang orang Dayak. Baik itu sifatnya, tindak-tanduknya, dan segala sesuatu tentang dirinya.

Lalu bagaimanakah seorang Panglima Burung itu, bagaimana ia bisa melambangkan orang Dayak? Selain sakti dan kebal, Panglima Burung juga adalah sosok yang kalem, tenang, penyabar, dan tidak suka membuat keonaran. Ini sesuai dengan tipikal orang Dayak yang juga ramah dan penyabar, bahkan kadang pemalu. Cukup sulit untuk membujuk orang Dayak pedalaman agar mau difoto, kadang harus menyuguhkan imbalan berupa rokok kretek.

Dan kenyataan di lapangan membuyarkan semua stereotipe terhadap orang Dayak sebagai orang yang kejam, ganas, dan beringas. Dalam kehidupan bermasyarakat, orang Dayak bisa dibilang cukup pemalu, tetap menerima para pendatang dengan baik-baik, dan senantiasa menjaga keutuhan warisan nenek moyang baik religi maupun ritual. Seperti Penglima Burung yang bersabar dan tetap tenang mendiami pedalaman, masyarakat Dayak pun banyak yang mengalah ketika penebang kayu dan penambang emas memasuki daerah mereka. Meskipun tetap kukuh memegang ajaran leluhur, tak pernah ada konflik ketika ada anggota masyarakatnya yang beralih ke agama-agama yang dibawa oleh para pendatang

Kesederhanaan pun identik dengan sosok Panglima Burung. Walaupun sosok yang diagungkan, ia tidak bertempat tinggal di istana atau bangunan yang mewah. Ia bersembunyi dan bertapa di gunung dan menyatu dengan alam. Masyarakat Dayak pedalaman pun tidak pernah peduli dengan nilai nominal uang. Para pendatang bisa dengan mudah berbarter barang seperti kopi, garam, atau rokok dengan mereka.

Panglima Burung diceritakan jarang menampakkan dirinya, karena sifatnya yang tidak suka pamer kekuatan. Begitupun orang Dayak, yang tidak sembarangan masuk ke kota sambil membawa mandau, sumpit, atau panah. Senjata-senjata tersebut pada umumnya digunakan untuk berburu di hutan, dan mandau tidak dilepaskan dari kumpang (sarung) jika tak ada perihal yang penting atau mendesak.

Lantas di manakah budaya kekerasan dan keberingasan orang Dayak yang santer dibicarakan dan ditakuti itu? Ada satu perkara Panglima Burung turun gunung, yaitu ketika setelah terus-menerus bersabar dan kesabarannya itu habis. Panglima burung memang sosok yang sangat penyabar, namun jika batas kesabaran sudah melewati batas, perkara akan menjadi lain. Ia akan berubah menjadi seorang pemurka. Ini benar-benar menjadi penggambaran sempurna mengenai orang Dayak yang ramah, pemalu, dan penyabar, namun akan berubah menjadi sangat ganas dan kejam jika sudah kesabarannya sudah habis.

Panglima Burung yang murka akan segera turun gunung dan mengumpulkan pasukannya. Ritual"yang di Kalimankan Barat dinamakan Mangkuk Merah"dilakukan untuk mengumpulkan prajurit Dayak dari saentero Kalimantan. Tarian-tarian perang bersahut-sahutan, mandau melekat erat di pinggang. Sahabat anehdidunia.blogspot.com mereka yang tadinya orang-orang yang sangat baik akan terlihat menyeramkan. Senyum di wajahnya menghilang, digantikan tatapan mata ganas yang seperti terhipnotis. Mereka siap berperang, mengayau"memenggal dan membawa kepala musuh. Inilah yang terjadi di kota Sampit beberapa tahun silam, ketika pemenggalan kepala terjadi di mana-mana hampir di tiap sudut kota.

Meskipun kejam dan beringas dalam keadaan marah, Penglima Burung sebagaimana halnya orang Dayak tetap berpegang teguh pada norma dan aturan yang mereka yakini. Antara lain tidak mengotori kesucian tempat ibadah"agama manapun"dengan merusaknya atau membunuh di dalamnya. Karena kekerasan dalam masyarakat Dayak ditempatkan sebagai opsi terakhir, saat kesabaran sudah habis dan jalan damai tak bisa lagi ditempuh, itu dalam sudut pandang mereka. Pembunuhan, dan kegiatan mengayau, dalam hati kecil mereka itu tak boleh dilakukan, tetapi karena didesak ke pilihan terakhir dan untuk mengubah apa yang menurut mereka salah, itu memang harus dilakukan. Inilah budaya kekerasan yang sebenarnya patut ditakuti itu.

Kemisteriusan memang sangat identik dengan orang Dayak. Stereotipe ganas dan kejam pun masih melekat. Memang tidak semuanya baik, karena ada banyak juga kekurangannya dan kesalahannya. Terlebih lagi kekerasan, yang apapun bentuk dan alasannya, tetap saja tidak dapat dibenarkan. Terlepas dari segala macam legenda dan mitos, atau nyata tidaknya tokoh tersebut, Panglima Burung bagi saya merupakan sosok perlambang sejati orang Dayak.

Amun ikam kada maulah sual awan ulun, ulun gen kada handak jua bahual lawan pian malah ulun maangkat dingsanak awan pian, begitu yang diucapkan orang Kalimantan khususnya orang Banjar untuk menggambarkan sikap dari orang-orang Dayak

Demikian lah untuk artikel Misteri Atau Sekedar Legenda Dari Wujud Panglima Burung Panglima Perang Dayak yang saya buat